KOTA PEKALONGAN – Ruas Jalan Salak yang tadinya sudah diberlakukan sistem satu arah hanya untuk kendaraan dari arah barat, kini kembali diberlakukan menjadi dua arah. Demikian pula untuk Jalan Bandung, tadinya sudah diterapkan sistem satu arah, kini menjadi dua arah.

 

Pemberlakuan kembali menjadi dua arah untuk Jalan Salak dan Jalan Bandung itu berlaku untuk sementara waktu, dalam mengakomodir lalu lalang kendaraan maupun para pedagang pasca kejadian kebakaran yang menimpa Pasar Banjarsari pada Sabtu, 25 Februari lalu. Pascakebaran tersebut, banyak pedagang yang membuka lapak dagangannya di belakang bangunan Pasar banjarsari yang terbakar.

 

Kita koordinasikan dengan Dinas Perhubungan, kemarin diberlakukan menjadi dua arah untuk back up jaringan lalu lintas efek Pasar banjarsari terbakar,” jelas Kasatlantas Polres Pekalongan Kota AKP Rachmawati, Selasa (6/3). Sampai kapan jalan tersebut dijadikan dua arah kemudian dikembalikan lagi menjadi satu arah, menurut Kasatlantas belum bisa dipastikan. Sebab masih akan dievaluasi oleh stakeholder terkait, serta menunggu keputusan relokasi pedagang Pasar Banjarsari ke pasar darurat. “Sementara ini untuk mendukung mobilisasi tetap diberlakukan dua arah,” ungkapnya.

 

Pemberlakukan jalan Salak dan Jalan bandung untuk sementara dijadikan dua arah, juga akan kembali dilakukan mana kala ada kepadatan arus lalu lintas akibat adanya pelebaran Jembatan Grogolan. Ruas Jalan Salak dan Jalan bandung akan menjadi jalur alternatif untuk kendaraan dari arah barat (Jakarta) menuju ke timur. “Melihat perkembangan dan evaluasi nanti seperti apa,” imbuhnya.

 

Sementara, kabid Lantas Dishub Kota Pekalongan M Restu Hidayat menuturkan bahwa sampai kapan jalan Salak dan Jalan Bandung dijadikan dua arah, akan dilakukan evaluasi lagi. “Nanti akan kita evaluasi lagi dalam minggu ini,” tuturnya. (way)

 

 

 

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 07-03-2018)