*Jenazah Walikota Dimakamkan

 

 

 

KOTA – Rasa kehilangan besar tampak dari raut wajah ribuan warga yang menyemut dalam proses pemakaman jenazah Walikota Pekalongan, Al Alf Arslan Djunaid Jumat (8/9) siang. Mereka berbondong-bondong untuk mengantarkan putra terbaik Pekalongan tersebut sebagai penghormatan terakhir. Tak hanya warga yang langsung ikut menyertai pemakaman, di setiap jalan yang dilalui rombongan pengantar jenazah, ratusan warga baik dewasa maupun anak-anak, laki-laki maupun perempuan, juga memberi penghormatan dari pinggir jalan sembari mengabadikan momen tersebut. Mereka keluar dari kampung masing-masing untuk melepas kepergian sang pemimpin.

 

Sebelum dimakamkan, Jenazah Walikota terlebih dahulu disalatkan di Masjid Jami Kauman usai Salah Jumat dengan dipimpin langsung oleh Habib Abdullah Bagir. Selanjutnya, menggunakan mobil dan diiringi ribuan warga jenazah dibawa dengan mobil ambulans menuju komplek pemakaman keluarga di Ponpes Modern Buaran. Melalui Jalan Wahid Hasyim, Jalan Hayam Wuruk, Jalan KH Mas mansyur, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Bina Griya Raya dan masuk ke Jalan Pelita. Dari perempatan jalan Pelita Bumirejo, keranda diturunkan dari mobil dan dipanggul bergantian hingga ke komplek Ponpes Modern Buaran.

 

Turut serta dalam prosesi pemakaman tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur, Heru Sudjatmonoko dan sejumlah pejabat Pemprov Jawa Tengah. Salah satunya mantan Pj Walikota Pekalongan yang kini menjabat sebagai Asisten II Setda Provinsi Jawa Tengah, Prijo Anggoro. Rasa kehilangan terlihat jelas. Berbagai tokoh menyampaikan bela sungkawa mendalam. Seperti yang diutarakan Ketua I Yayasan Masjid Jami kauman, Abdul Fattah Yasran. Dalam sambutannya usai salat jenazah, Abdul Fattah menyatakan bahwa sosok Alex, sapaan Walikota, merupakan sosojk yang cemerlang. Pemimpin muda yang gesit, egiliter dan berasal dari keturunan yang baik.

 

Beliau juga merupakan penasihan pengurus Masjid Jami. Kami semua berharap Pak Alex bisa menunaikan tugasnya hingga tuntas tapi takdir berkata lain. Belum dua tahun menjabat, beliau sudah dipanggil oleh Allah. Semoga seluruh amal baiknya diterima oleh Allah,” tutur Abdul Fattah Yasran.

 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan bahwa sosok Alf Arslan Djunaid merupakan sosok pemimpin yang sangat komunikatif. Bahkan usai pelantikan, Alex terus berkonsultasi bagaimana membuat Kota Pekalongan jauh lebih baik dari sebelumnya. “Dia berfikir keras bagaimana menyelesaikan rob, dia berfikir keras bagaimana penataan kota yang baik. Dia selalu komunikasi bagaimana dapat menjalankan pemerintahan yang bersih dengan good government dan celan government,” kata Ganjar.

 

Komitmen tersebut, lanjur Ganjar, kemudian juga ditunujukkan melalui kinerja-kinerja sesuai dengan arahan yang diberikan olehnya. Untuk itu, ia berharap mimpi dan komitmen yang sudah dijalankan oleh Walikota dapat dilanjutkan oleh Wakil Walikota Pekalongan. “Saya kira komitmen ini harus dilanjutkan. Bagaimana Pak Wakil menyelesaikan PR-PR yang ada hingga selesai masa jabatannya nanti,” pesannya.

 

Mengenai pengganti Walikota, ganjar menyatakan bahwa secara otomatis Wakil Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz akan menggantikantugas Walikota. Ia menyatakan sudah menyiapkan proses penetapan tersebut. “itu otomatis ya (Wakil Walikota gantikan Walikota). Hari ini sudah kita siapkan, tapi karena besok libur maka setidaknya Senin semua akan kami proses,” kata Ganjar.

 

*Seluruh Kegiatan Ditunda

 

Sementara itu, pasca meninggalnya Walikota Pekalongan, seluruh kegiatan di lingkungan Sekretariat Daerah ditunda sebagai bentuk penghormatan. Sejumlah agenda, juga digeser ke hari lain, bahkan harus menggunakan hari libur demi mengejar target waktu yang sudah ditetapkan. “Hari ini beberapa kegiatan kami tunda. Rapat-rapat di tingkat kota yang dilaksanakan hari ini, semuanya ditunda. Tapi pelayanan dipuskesmas dan kelurahan tetap berjalan,” ungkap Plh Sekda, Doyo Budi Wibowo.

 

Doyo juga menyatakan bahwa jalannya pemerintahan tetap dapat berjalan dengan baik. Selanjutnya juga akan dilakukan konsultasi dengan Pemprov tentang kelanjutan kepemimpinan di Kota Pekalongan. “Untuk sementara semua tetap dapat berjalan baik sembari kami menunggu konsultasi dengan Pemprov dan pemerintah pusat,” jelasnya.

 

Khusus hari itu (Jumat) Pemkot juga mengibarkan bendera setengah tiang sebagai bentuk penghormatan. Pengibaran bendera setengah tiang, dilakukan selama satu hari. “Khusus hari ini, sesuai UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Penghormatan Bendera dapat dilakukan pengibaran bendera setengah tiang di daerah tingkat II namun hanya dilakukan di lingkungan kantor setempat,” tandasnya. (nul)

 

 

 

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 09-09-2017)