Pertunjukkan Komunitas Difabel Memukau, Walikota Salut Apresiasi dari Berbagai Kalangan
KOTA PEKALONGAN – Peringatan Hadi Jadi Kota Pekalongan ke 111 yang digelar Sabtu (¼) malam di Lapangan Jetayu, melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Konsep tersebut sesuai dengan yang dicanangkan yakni mengajak semua masyarakat untuk terlibat dalam peringatan hari jadi. Komunitas maupun kelompok masyarakat yang terlibat juga beragam, mulai dari para pelaku seni, hingga komunitas difabel yang juga mempersembahkan satu pertunjukkan menarik khusus untuk Hari Jadi Kota Pekalongan.
Pertunjukan opera musik inklusi yang berjudul Aku Anak Pekalongan Cinta Pekalongan disajikan komunitas difabel berkolaborasi Sanggar Vokalis dan siswa siswi di Kota Pekalongan itu, juga mengundang kekaguman dari Walikota Pekalongan, A Alf Arslan Djunaid, dan Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Ratna Sofia yang pada akhir sesi diajak untuk ikut tampil di atas panggung. “Luar biada, artinya banyak apresiasi yang disajikan dalam Hari Jadi Kota Pekalongan, termasuk dari komunitas difabel. Ini artinya juga Pemkot Pekalongan memberikan ruang dan mengayomi berbagai komunitas. Kami berikan kesempatan kepada siapa saja untuk menunjukkan hasil kreasinya bersama disini,†kata Walikota.
Alex, sapaan Walikota menyatakan, Pemkot juga memiliki program untuk mengayomi anak-anak difabel. Mereka akan diberikan ruang untuk belajar, dan tampil bersama dalam berbagai agenda Pemkot Pekalongan. “Malam ini disaksikan oleh semua masyarakat, kita bisa lihat penampilan anak-anak difabel tidak kalah dengan anak yang lain. Saya mengucapkan terima kasih dan berharap mereka juga dapat tampil dalam event-event selanjutnya,â€
Apresiasi yang sama disampaikan Ketua TP PKK yang juga Ketua Dekranasda Kota Pekalonga, Ratna Sofia. Ia menyatakan, penampilan mereka sangat bagus dengan kolaborasi yang apik. Ratna Sofia berharap, kreativitas mereka tidak berhenti dan dapat kembali menampilkan pertunjukan yang baik dalam kesempatan selanjutnya.
Motif Tenun Pekalongan Dilaunching
Selain diisi berbagai penampilan menarik, dalam resepsi juga dilakukan launching berbagai program. Salah satunya motif tenun Kota Pekalongan. Motif yang terpilih merupakan motif tenun yang menjadi pemenang dalam lomba motif tenun yang digelar beberapa waktu yang lalu.
Ratna Sofia berharap, motif tenun yang dilaunching lebih fashionabel, sehingga dapat digunakan untuk fashion sehari-hari. Dengan launching motif tenun Kota Pekalongan, ia ingin agar fsahion tenun di Kota Pekalongan kembali bangkit. Kemudian, juga dapat mengunggah kreativitas pengusaha tenun yang mampu memunculkan motif-motif lain. “Sehingga harpan kami kedepan motif tenun semakin kaya, dan semakin banyak. Jadi kedepan, motif tenun akan seperti motif batik di Kota Pekalongan yang sangat beraneka ragam,†harapnya.
Dalam resepsi malam itu, juga dilaunching penambahan dua puskesmas yang membuka jam operasional hingga pukul 21.00. Dua puskesmas yang masing-masing Puskesmas lain yang sudah membuka operasional hingga pukul 21.00 yakni Puskesmas Noyontaan dan Puskesmas Dukuh.
Launching ditandai dengan penyerahan stetoskop kepada empat dokter baru yang akan bertugas di empat puskesmas tersebut. Kemudian, juga dilakukan pengukuhan Pekalongan Creative City Forum (PCCF) yang merupakan wadah kreativitas masyarakat yang akan mendukung Kota Pekalongan sebagai bagian dari jaringan Kota Kreatif Dunia. (adv/nul)
(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 04-04-2017)
PRINT +
DOWNLOAD PDF