Pengarjin UKM Batik Ikuti Pameran di TMII

PEKALONGAN – Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop UKM) Kota Pekalongan mengirimkan para pengrajin batik untuk mengikuti pameran di Taman Mini Indonesia Indagh (TMII) di Jakarta. Acara berlangsung dari 16-23 April. Demikian dituturkan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Pekalongan, Zainul Hakim SH Mhum, didampingi Kabid Perdagangan Sri Mulyani Ssos, Msi dan Kabid Koperasi UMKM Candrawati SE.

 

Menurut Hakim, di TMII itu ada gedung Sasono Adiguno, satu sisi gedung diisi oleh UKM batik dari Pekalongan sebanyak 25 stan. Semantara itu Gedung Sasono Griyo berisi peserta dari beberapa provinsi dan kota, dan disitu ada juga 8 stand dari Pekalongan. “Pekalongan di beri dua tempat khusus, dan yang 8 stand adalah stand VIP,” tutur Hakim.

 

Dijelaskan, selama pameran akan diselenggarakan acara fashion, workshop, dialog di ruang lobby. Juga ada pentas seni pada puncak acara, dari Pekalongan mengirimkan kelompok tari zapin, tari sufi, grup Elfata, gambus, gambyong, tari batik, bambangan cakil. Pementasan tersebut akan dibagi dua, saat pembukaan dan puncak acara. “Akan hadir Bapak Presiden dan rombongan kementerian, pada kedubes negara sahabat serta pejabat-pejabat teras lainnya. Menteri sosial Ibu Khofifah Indar Parawansa secara khusus akan mengawal acara tersebut,” tutur Hakim.

 

Memang, tambah Hakim, TMII dan pemerintah kota sudah ada penandatanganan MoU. Di tingkat direktur teknis dan dinas akan ada draft kesepakatan lainnya yang sedang disusun. Sebagai Kota Kreatif dalam bidang Kerajinan dan Kesenian Rakyat (Art anda Folk Art), sudah menjadi keharusan bagi Kota Pekalongan untuk memunculkan ide baru dalam bidang tersebut dan mempertahankan yang sudah ada. Sehingga akan terus dinamis tumbuh dan berkembang untuk kesejahteraan masyarakat.

 

Memperkuat Kampung Batik

 

Di sisi lain, lanjut Hakim, upaya-upaya yang tengah dilakukan oleh pihaknya adalah memperkuat posisi kampung batik. Kampung batik yang sudah ada seperti Kampung Batik Pesindon, Kampung Batik Kauman, ATBM Medono, Kampung Canting Landungsari, dan yang lainnya akan belajar ke Kampung Batik Laweyan Solo. Sebelum ke Solo para peserta akan diberikan workshop selama 2 hari, sehingga ketika ke Kampung Batik Laweyan akan langsung memahami kondisi di sana.

 

Bagi Hakim, berkunjung ke Kampung Batik Laweyan sama dengan pulang kampung. Pasalnya istri dari Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM ini adalah asli dari Laweyan. “Istri saya dari Laweyan Solo. Jadi kalau berkunjung ke sana, saya merasa seperti pulang kampung,” katanya.

 

Di Laweyan, tambah Hakim, tuakng parkir saja bisa menjadi guide. Paling tidak mereka memahami produk knowledge dari batik secara umum. Sehingga ketika ada tamu, akan langsung diberi penjelasan dan diarahkan ke tempat yang diinginkan oleh para tamu-tamu yang datang. “Semoga saja harapan kampung batik dan kampung canting di Kota Pekalongan akan bisa meniru di Laweyan bisa terwujud. Diperlukan kerja keras dan kemauan yang tinggi, sehingga benar-benar bisa menjadi destinasi wisata yang menarik dan dikunjungi oleh ribuan wisatawan dari mana-mana,” tutur Hakim. (sep)

 

 

 

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 06-04-2017)