Pemkot Wacakan Bangun TPI mandiri

KOTA PEKALONGAN – Pemkot Pekalongan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) ingin membangun TPI sendiri. Langkah itu direncanakan untuk mengantisipasi perkembangan dunia perikanan tangkap kedepan.

 

Kepala DKP Kota Pekalongan Aris Sidharcahya mengungkapkan, ide tersebut memang dimunculkan sebagai bentuk antisipasi terhadap perkembangan kondisi perikanan tangkap di Kota Pekalongan. Selain itu, juga banyak masukan dari pelaku perikanan agar lebih baik Kota Pekalongan memiliki TPI tersendiri. “Jadi memang rencana kedepan seperti itu. Karena kalau dari pusat memang berencana membuat pelabuhan onshore, bah kami akan buat TPI untuk pemberhentian kapal kecilnya. Tapi saat ini memang belum sampai pada tahap tindaklanjutnya, belum emngerucut. Masalah lokasi juga belum ada gambaran,” tuturnya.

 

Selain mengantisipasi perkembangan perikanan tangkap, membangun TPI secara tersendiri juga akan mengurangi beban biaya sewa TPI yang saat ini dilakukan Pemkot Pekalongan. Seperti diketahui, Pemkot menyewa TPI dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan (PPNP). Menurut Aris, biaya sewa TPI per bulan saat ini sebesar Rp 93 juta.

 

Nah dengan miliki TPI sendiri, kita bebas biaya sewa. Nanti TPI bisa digunakan untuk pemberhentian kapal kecil dibawah 30 GT misalnya. Yang hari ini berangkat pagi sore datang, atau berangkat hari ini dia hari kemudian sudah datang. Khusus untuk kapal-kapal kecil,” jelasnya lagi.

 

Ditanya mengenai urgensinya, Aris menyatakan memang untuk saat ini kebutuhan TPI sendiri belum begitu urgent. Karena TPI yang ada masih bisa menampung lelang ikan dari kapal selama ini menepi di Pekalongan. Tapi kedepan, harus ada rencana pengembangan agar Kota Pekalongan bisa tetap menampung jika terjadi perkembangan signifikan.

 

Menurutnya, kondisi TPI saat ini juga banyak dipengaruhi oleh kondisi di sekitar pelabuhan baik kondisi alam maupun sarpras yang ada. Sehingga untuk pengembangan, diperlukan perbaikan-perbaikan terhadap kondisi tersebut. “Kedepan diperlukan juga perhatian atau mencari solusi untuk kondisi tersebut agar TPI ini bisa semakin ramai kembali,” tandas Aris. (nul)

 

 

 

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 07-03-2017)