Pemkot Pekalongan Berikan Bimbingan Teknis Budaya Kerja Bagi Kelompok Budaya Kerja
Pekalongan, Info Publik- Pemerintah Kota Pekalongan melalui Bagian Organisasi dan Kepegawaian, Senin (23/10) kemarin menggelar Bimbingan Teknis Tujuh Langkah Tujuh Alat (TULTA) bagi fasilitator budaya kerja pada Satuan Kerja Perangkat daerah Kota Pakalongan, di ruang Amarta Kompleks Setda Kota Pekalongan.
Kepala Bagian Organisasi dan Kepegawaian, Shohib Rochmat menuturkan acara tersebut dimaksudkan untuk memberikan acuan kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar pelaksanaan budaya kerja sesuai dengan peraturan walikota No 43 tahun 2015 tentang Budaya Kerja di Pemerintah Kota Pekalongan.
“bimbingan teknis ini diharapkan dapat memberikan pembekalan strategis bagi fasilitator agar kelompok budaya kerja di SKPD tidak hanya formalitas saja namun budaya kerja sebagai alat untuk meningkatkan keberhasilan dan pengembangan budaya kerja dengan metode alat kendali mutu yaitu Tulta,†papar Shohib dalam laporanya. Acara tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu Walikota Pekalongan H Alf Arlsan Djunaid menambahkan bahwa bimbingan teknis tersebut harus di pahami dan di aplikasikan sehingga ASN mengerti apa tugas dan fungsinya sebagai Aparatur Sipil Negara. “Bintek ini harus ada tanya jawab sehingga ASN kita tahu budaya kerja yang baik itu seperti apa†kata Walikota.
Ia melanjutkan bahwa kegiatan Bintek tersebut bukanlah untuk menghabiskan anggaran melainkan untuk memberikan wawasan kepada Aparatur Sipil negara Kota Pekalongan supaya budaya kerja Kota Pekalongan lebih baik lagi kedepan.
“harapan saya kegiatan bintek ini dapat meningkatkan budaya kerja ASN Kota Pekalongan dan mengerti tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sehingga Pemerintah Kota Pekalongan kedepan lebih baik lagi,' lanjutnya. ia juga menambhakan bahwa ASN nantinya bisa saling mendukung satu sama lain dalam menyelesaikan program-programnya.
“kadang Volume kerja salah satu ASN sangat tinggi sehingga banyak pekerjaan yang belum selesai, saya harap ASN bisa saling membantu, saling kober, agar tata pemerintahan Kota Pekalongan lebih baik lagi,†imbuhnya.
Martuti, seorang Narasumber dari Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah menjelaskan dalam metode budaya kerja tujuh langkah tujuh alat tersebut meliputi tujuh alat yaitu lembar pengumpulan data,stratifikasi, diagram pareto, diagram sebab akibat, histogram, diagram pencar.
Sedangkan tujuh langkah dalam pemecahan masalah budaya kerja ialah pertama menentukan tema dan jdudl, menganalisa penyebab, menguji dan menentukan penyebab dominan, membuat rencana dan melaksanakan perbaikan, meneliti hasil, membuat standar baru, dan mengumpulkan data baru dabn membuat rencana berikutnya.
“untuk menciptakan budaya kerja tulta tersebut memang harus ada pendekatan penerapan dan pengembangan dari komitmen pimpinan, organisasi, pelatihan yang masiv, informasi, program tahunan peningkatan kualitas terpadu , dan prosedur operasi standartâ€tuturnya. Mc/SKDI/Diskominfo/Liminho/mfd
PRINT +
DOWNLOAD PDF