Pemkot akan Revitalisasi Pasar Kraton

KOTA PEKALONGAN – Pemkot Pekalongan melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM (Dindagkop UMKM) berencana merevitalisasi Pasar Kraton, dalam waktu dekat. Saat ini, proses rencana revitalisasi tengah menunggu review desain dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebelum masuk ke proses lelang. “Masing menunggu review desain, karena terkait dengan Garis Sempadan Bangunan (GSB) . Ini harus ada penyesuaian dengan mundur sampai lima meter. Sebelumnya kami rencanakan ada prototype, tapi karena ada penyesuaian mungkin akhirnya kami kurangi. Tapi tetap tidak akan mengurangi luas lapak, dan kios yang berada di dalamnya,” terang Kepala Dindagkop Kota Pekalongan, Zaenul Hakim.

 

Untuk rencana revitalisasi, ia mengatakan bahwa untuk tahun ini fokus revitalisasi akan dilakukan pada 61 kios dan lapak yang berada di dalam pasar. Sedangkan untuk kios yang berada diluar, yang menghadap ke Jalan Bahagia, akan menyusul direnovasi tahun depan dengan pengajuan anggaran kembali. “Karena ini anggarannya dari DAK terbatas. Maka fokusnya untuk kios dan lapak yang ada di dalam,” tambahnya.

 

Karena revitalisasi akan dilakukan menyeluruh, pihaknya juga akan memindahkan seluruh pedagang yang berada di dalam pasar tersebut. Pemkot sudah menyiapkan lahan untuk pasar darurat yang dapat digunakan sementara waktu oleh para pedagang. Lahan tersebut, merupakan bagian dari aset milik Pemkot yakni di Jalan Perintis Kemerdekaan, di sebelah kampus Akademi Keperawatan Kementerian Kesehatan.

 

Nanti coba akan kita lihat sistemnya. Tapi melihat rencana renovasi, sepertinya pedagang harus pindah semua. Sudah kami siapkan untuk pasar darurat yang nanti bisa digunakan. Yakni di sebelah akademi keperawatan,” terang Zaenul.

 

Seluruh Pasar Renovasi Ringan

 

Selain Pasar Kraton, Pemkot juga menyiapkan anggaran untuk pemeliharaan rutin semua pasar. Tahun ini, Dindagkop UMKM menyediakan anggaran sebesar Rp 750 juta untuk renovasi dan perawatan pasar. “Anggarannya sesuai dengan yang diusulkan tahun sebelumnya. Total sebesar Rp 750 juta untuk 11 pasar di Kota Pekalongan,” kata Zaenul.

 

Perawatan atau renovasi pasar, dikatakannya, akan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing pasar dan alokasi anggaran yang disiapkan. Sebab sebelum pengajuan, pihaknya sudah melakukan survey terlebih dahulu. Sehingga anggaran yang diajukan merupakan anggarn yang sesuai dengan kebutuhan perawatan pasar masing-masing.

 

Anggaran perawatan dan pemeliharaan pasar ini merupakan anggaran rutin yang diajukan setiap tahunnya. Perbaikannya bermacam-macam, seperti saluran air dan atap yang bocor. Kemudian juga sarana air bersih di Pasar Banjarsari, karena pompa air rusak dan bak penyimpanan juga rusak. Itu semua sudah melalui proses. Saat ini tahapannya masih dilelang. (nul)

 

 

 

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 08-05-2017)