Pelaku UKM Diharapkan Naik Kelas dari Pedagang menjadi Pebisnis
KOTA PEKALONGAN – Geliat wirausaha dari tahun ke tahun belakangan ini semakin populer di kalangan generasi muda. Terlebih pada era perkembangan teknologi yang pesat seperti sekarang ini, pelaku UKM lokal mulai memanfaatkan media sosial seperti facebook, instagram, bahkan website sebagai sarana mempercepat pemasaran produk mereka. Pekalongan terkenal sebagai kota batik, artinya Pekalongan merupakan kota produksi batik yang telah turun-temurun dari generasi terdahulu hingga generasi saat ini.
Di satu sisi, warga Pekalongan patut berbangga terhadap pengakuan istilah kota batik dari masyarakat luar kota, namun di sisi lain warga Pekalongan memiliki PR besar mengenai kemajuan dunia wirausaha setempat. Brand batik di Pekalongan yang telah menasional masih dapat dihitung dengan jari. Seperti itu pula dengan brand-brand usaha dalam bidang selain batik seperti misalnya kuliner, produk seni, fotografi dan bidang usaha lain perlu juga untuk digarap lebih serius agar naik kelas di kompetisi nasional, bahkan mancanegara.
Merek seperti Dowa (tas rajut buatan jogja), Peter Says Denim (Jeans buatan bandung), Niluh Djelantik (Sepatu buatan Bali, koleksi sosialita), Bagteria (tas tangan unik untuk wanita) dan Sarah Beekmans (kalung limbah tanduk sapi dari Bali) merupakan sederet merek lokal yang telah berhasil mendunia. Kemudian muncul pertanyaan, bagaimana cara memodel kesuksesan mereka dan apa saja langkah-langkah yang perlu ditempuh agar seperti mereka.
Berdasarkan dua pertanyaan fundamental tersebut, Komunitas Yukbisnis Pekalongan memfasilitasi masyarakat Pekalongan dan sekitarnya dalam sebuah seminar gratis bertajuk : “Hijrah dari Pedagang ke Pebisnisâ€. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian roadshow di 12 kota di Indonesia. Seminar ini merupakan hasil kerjasama antara Yukbisnis.com dengan Iruna eLogistics.
Seminar “Hijrah dari Pedagang ke Pebisnis†diselenggarakan pada Senin (17/7) lalu, bertempat di Ruang Auditorium Gedung C Lantai 3 Universitas Pekalongan. Registrasi dimulai pada pukul 11.30 WIB. Penyelenggaraan seminar di Pekalongan ini didukung oleh volunteer Komunitas Yukbisnis Pekalongan yang bekerjasama dengan Himpunan Fakultas Ekonomi Universitas Pekalongan.
Muhammad Nurul Hakim selaku Koordinator Komunitas Yukbisnis Pekalongan mengungkapkan bahwa tujuan seminar ini diantaranya ialah melahirkan merek-merek lokal yang menasional, bahkan mendunia dan menaikkan derajat “tukang jahit†dan reseller menjadi “Brand Ownerâ€.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap agar pelaku UKM di Pekalongan mulai naik kelas. “Maksudnya, naik kelas dari pedaagang menjadi pebisnis yang notabene fokus dalam membangun sistem dan aset,†ungkapnya. Adapun target peserta dalam seminar ini yaitu Brand Owner, Produsen, Reseller dan internet marketer.
Jaya Setiabudi yang merupakan founder platform tko online dengan fitur terlengkap Yukbisnis.com menjadi pemateri tunggal dalam seminar tersebut. Konsentrasi materi seminar tersebut meliputi apa saja perbedaan mindset pedagang dengan pebisnis, bagaimana cara membuat merek yang ngetop, menciptakan produk unggulan, dan persiapan ketika banjir order. Seminar ini dilaksanakan secara interaktif. Ada sesi tanya jawab antara peserta dengan pemateri.
Dalam seminar tersebut, Jaya Setiabudi menjelaskan bahwa Yukbisnis.com sementara ini telah memfasilitasi lebih dari 13 ribu toko online secara gratis dan berbayar. Ia mengungkapkan bahwa nilai yang dipegang teguh oleh Yukbisnis.com ialah menjunjung tinggi persaudaraan di atas materi, semangat berbagi ilmu dan informasi kepada sesama anggota. “Berusaha saling melariskan usaha sesama anggota, mengutamakan konsumsi merek indonesia sebelum merek asing dan membawa kebermanfaatan serta menghindari kemudharatan,†paparnya.
Diungkapkan pula bahwa kekuatan Yukbisnis dibanding layanan serupa yaitu adanya Komunitas Yukbisnis Indonesia yang tersebar di beberapa kota, dan salah satunya berada di Pekalongan. Puncak acara roadshow 12 kota ini adalah Kopdar Akbar Yukbisnis Indonesia yang bertempat di Batu Malang pada tanggal 7-9 Agustus 2017 mendatang. (way)
(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 24-07-2017)
PRINT +
DOWNLOAD PDF