Museum Batik Diharapkan Jadi Destinasi Wisata

PEKALONGAN – Walikota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid berharap Museum Batik Nasional menjadi destinasi wisata. Hal itu disampaikannya pada acara peringatan 10 tahun Museum Batik bertajuk “Malam Gemilang 10 Tahun Museum Batik” dihalaman Museum Batik, Sabtu (30/7).

 

Menurut dia, di beberapa negara, museum menjadi salah satu destinasi wisata. “Saat kami berkunjung ke sebuah negara, tour guide selalu membawa kami berkunjung ke museum. Karena itu, saya berharap. Museum Batik bisa menjadi destinasi wisata. Karena di museum terdapat barang-barang yang mnyimpan sejarah,” terangnya.

 

Peringatan 10 tahun Museum Batik berlangsung sejak Jumat (29/7). Berbagai kegiatan diselenggarakan dalam rangkaian peringatan 10 tahun Museum Batik. Di antaranya lomba desain motif batik, mengenal museum lebih dekat, night at museum, kojahan batik dan talk show batik.

 

Puncaknya, digelar Malam Gemilang 10 Tahun Museum Batik yang dikemas sangat meriah dan menghibur masyarakat. Malam Gemilang 10 Tahun Museum Batik dimeriahkan dengan parade nada dan parade kostum batik carnival.

 

Kepala Museum Jawa Tengah, Steven Timisaela, mengapresiasi kegiatan tersebut. “Saya sangat bangga menyaksikan acara malam ini. Keren tampilannya. Apresiasi kepada masyarakat Kota Pekalongan yang hadir,” ujarnya.

 

Luar Biasa

 

Menurut dia, banyaknya masyarakat yang menghadiri acara malam itu merupakan indikasi Museum Batik ada di hati masyarakat Kota Pekalongan. “Tidak ada gunanya kalau koleksi ada di ruangan yang bagus, tapi tidak bisa dijamah masyarakat sebagai ahli waris. Ini indikasi museum untuk masyarakat.

 

Hal yang luar biasa. Semoga museum lainnya bisa terispirasi dengan apa yang disuguhkan malam ini,” sambungnya. Dijelaskan dia, museum akan menjadi mitra pemerintah. Museum dapat menjadi rumah peradaban angsa karena di dalam museum dapat dilihat puncak-puncak, budaya bangsa. “Dengan demikian, akan tumbuh kesadaran bangsa untuk ikut melestarikan budaya bangsa,” tambahnya.

 

Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubparbud) Kota Pekalongan Doyo Budi Wibowo mengatakan, peringatan 10 tahun Museum Batik di selenggarakan untuk memberikan informasi dan inspirasi kepada masyarakat, untuk pengembangan museum dan mendekatkan museum kepada masyarakat sebagai tempat pendidikan, pelatihan dan pariwisata. Selain itu juga untuk memberikan ruang kepada komunitas untuk bekerja sama dan ajang inovasi dan kreativitas sebagai kota Kreatif Unesco. (K30-34)

 

 

 

(SUMBER : SUARA MERDEKA, 01-08-2016)