Masyarakat Akan Dilatih Kenali Hoax

PEMKOT Pekalongan akan memberikan pelatihan kepada komunitas masyarakat yang akan disatukan dalam tim anti hoax. Pelatihan akan diisi dengan cara mengenali berita hoax, sehingga masyarakat tidak mudah terpancing. Asisten I Setda Pekalongan, Doyo Budi Wibowo mengatakan, dalam kesimpulan hasil rakor dengan Polre Pekalongan Kota yang digelar Rabu (8/3) di Ruang Amarta, diambil beberapa poin keputusan, salah satunya untuk memberikan pelatihan kepada komunitas masyarakat. “Kesimpulan rakor antara Pemkot dan Polres kami akan membentuk tim terpadu bersama polisi dan komunitas masyarakat. Kemudian, kami akan berikan pelatihan juga kepada mereka,” tuturnya, Rabu (8/3).

 

Doyo menyebut, Diskominfo sudah menyatakan kesiapannya untuk memberikan pelatihan. Sehingga diharapkan masyarakat dapat mengenali ciri berita hoax. “Seperti yang disampaikan Pak Kapolres tadi ada tujuh ciri yang bisa dikenali. Yang paling utama adalah kenali judulnya, sumber berita atau websitenya dan melihat itu fakta atau bukan,” jelas Doyo.

 

Hal-hal itulah yang akan diberikan dalam pelatihan kepada tim terpadu dan komunitas masyarakat. Dengan begitu, Pemkot dan Kepolisian berharap masyarakat mampu mengenali informasi atau berita hoax. “Komunitas kan memiliki banyak anggota jadi kami harap hasil pelatihan ini bisa disebarluaskan,” tambahnya.

 

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Enriko Sugiharto Silalahi mengatakan, bekerjasama dengan Pemkot Pekalongan pihaknya memang menyusun langkah untuk menyikapi makin maraknya berita hoax . Melalui rakor ini, sudah tentukan beberapa langkah yang akan diambil untuk menindaklanjuti kegiatan yang bertujuan memerangi hoax. “Disini juga banyak komunitas, kami berharap semua bersatu mulai dari Pemkot Kepolisian dan komunitas masyarakat untuk bersama memerangi informasi yang bohong. Sehingga ketika kita bersatu maka informasi hoax tidak akan mudah masuk ke Kota Pekalongan, dan dampaknya juga tidak signifikan,” tutur Kapolres.

 

Seperti yang dikatakan Doyo Kapolres menyatakan bahwa ada beberapa ciri berita hoax yang dapat dikenali. Ia yakin, dengan bersama-sama dan memiliki kemampuan mengenali berita hoax maka masyarakat akan semakin cerdas dan tidak mudah terpengaruh berita semacam itu. “Seperti saat ini yang berkembang adalah tentang penculikan anak dan permen mengandung narkoba. Bisa kita lihat, misalnya permen mengandung narkoba atau tidak butuh proses panjang. Harus lewat uji laboratorium. Sehingga jangan mudah percaya, dan jangan mudah terpancing untuk ikut resah,” pesannya. (nul)

 

 

 

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 10-03-2017)