Masuk 10 Besar Kota Tangguh Bencana

KOTA PEKALONGAN – Kota Pekalongan ditetapkan sebagai salah satu dari 10 kota mandiri dan tangguh bencana di Indonesia. Program penghargaan kota tangguh bencana, merupakan program dari Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) bagi kota yang dinilai mampu bertahan, dan terus berupaya mengatasi kondisi bencana yang terjadi di lingkungannya.

Sebagai bagian dari program penghargaan Kota Tangguh, BNPB menurunkan fasilitator untuk menggelar FGD bersama dengan instansi terkait di Kota Pekalongan.

FGD tersebut akan merumuskan rekomendasi tentang upaya lanjutan dan kebutuhan dari kota-kota yang masuk nominasi tentang apa yang sudah, dan akan dilakukan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Suseno mengatakan, FGD tersebut juga sebagai salah satu penilaian, sehingga apa yang sudah dilakukan Kota Pekalongan dalam mengatasi bencana dapat diekspos ke masyarakat. “Ini penilaian awal dengan konsep FGD. Ada tiga tahap penilaian yang akan dilakukan selama satu setengah bulan,” tuturnya yang ditemui di sela-sela FGD, Rabu (9/11) di Hotel Santika.

Mengenai alasan masuknya Kota Pekalongan, Suseno menyatakan,pihaknya sendiri tidak diberikan informasi mengenai kategori atau kriteria Kota Tangguh. Namun Suseno berpendapat, Kota Pekalongan mendapatkan penilaian lebih terkait upaya dalam menghadapi, dan mengatasi bencana rob.

“Informasinya memang seperti itu. Isu rob selama ini banyak didorong baik oleh Anggota DPR RI atau dari pejabat-pejabat lain untuk masuk sebagai bagian dari bencana nasional. Nah apakah rob itu masuk definisi bencana. Itulah yang dilihat, bagaimana masyarakat di wilayah utara ini dapat bertahan dan mandiri dalam menghadapi bencana itu,” tambah dia.

Penilaian tahap pertama, dilangsungkan pada 9 hingga 11 November, Tahap kedua, akan dilakukan pada 22 November dan tahap ketiga dilakukan 1 Desember. Selain hasil FGD, dikatakan Suseno pihaknya juga akan bentuk fasilitator tingkat daerah yang nantinya dapat merumuskan sendiri upaya mewujudkan kota mandiri dan tangguh bencana. (nul)

(Sumber : Suara Merdeka)