KOTA PEKALONGAN SIAP SIAGA MENGHADAPI BANJIR

Pekalongan ,info publik – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan mengadakan pelatihan dalam rangka penanggulangan darurat bencana bagi aparatur dan relawan, Senin (28/11)Pelatihan yang berpusat di ruang Amarta Setda Kota Pekalongan berlangsung selama dua hari dengan tujuan sebagai upaya peningkatan pemahaman berkaitan dengan penanggulangan bencana utamanya mengenai manajemen peralatan penanggulangan bencana. Seperti yang disampaikan Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Pekalongan, Hengki Susilo Hadi, SH.

 

Pelatihan ini ditujukan guna mencari relawan yang kompeten, tangguh dan mampu menangani bencana secara profesional sehingga bisa ditangani secara cepat dan tepat,” papar Hengki saat melaporkan kegiatan. Walikota Kota Pekalongan H. Alf Arslan Junaid menyampaikan bahwa bulan-bulan pada akhir tahun ini, Kota Pekalongan perlu waspada menghadapi banjir.

 

Dari bulan september sampai desember kita masih mewaspadai banjir terutama yang ditimbulkan dari sungai bremi dan sungai meduri yang disana banyak ditumbuhi enceng gondok,” terang Alex.

Kita terus lakukan kerjasama dengan berbagai komunitas untuk mengeruk sungai dengan melibatkan DPU untuk meminimalisir kemungkinan banjir yang terjadi,” imbuhnya.Lebih lanjut Alex menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Pekalongan melalui BPBD yang ditugaskan untuk menangani berbagai bencana harus melengkapi sarana prasana yang ada dan menyiapkan tenaga penyelamat yang profesional.

BPBD harus menyediakan sarpras yang memadai seperti perahu karet dan sebagainya, jangan sampai ketika terjadi bencana harus menunggu bantuan dari daerah lain,” tegas Alex.

harapannya dengan pelatihan ini peserta bisa dibekali teori-teori penanggulangan bencana supaya bisa lebih profesional dan bertindak cepat dan tepat,” pungkasnya.Kepala Pelaksana BPBD Suseno, SH menjelaskan tentang kurangnya tenaga resque di Kota Pekalongan.

Anggota BPBD hanya 12 orang, sehingga kita selalu bermitra dengan para relawan dan masyarakat agar dalam rangka membantu menangani bencana dapat terwujud,” ungkap Seno.

Pemerintah, masyarakat dan dunia usaha harus bahu membahu dalam rangka penanganan bencana,” imbuhnya. Pelatihan sendiri dihadiri sekitar 100 orang yang terdiri dari perangkat desa, kelompok masyarakat, TNI, Polri, SAR, Tagana, tim medis, dan relawan dengan menghadirkan narasumber dari BPBD Provinsi Jawa Tengah,SAR dan Polres Kota Pekalongan. (MC/Diskominfo/Skdi/Yogi)