Dishubparbud Tambah Rambu Jalur Alternatif
KOTA – Untuk membantu memudahkan para pemudik lebaran 2016, Dinas Perhubungan Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubparbud) bersama Satuan Lalu Lintas Polres Pekalongan Kota, melakukan penambahan rambu-rambu lalu lintas di sejumlah jalur alternatif yang telah disiapkan.
Kasi Pengendali dan Operasi (Dalops) Dishubparbud Kota Pekalongan, Henry Rudin mengatakan, pihaknya melakukan pemasangan rambu-rambu tambahan pada 20 titik. Jumlah itu tersebar untuk kendaraan dari arah barat/Jakarta maupun untuk kendaraan dari arah timur/Semarang.
“Total 20 titik rambu-rambu tambahan, yang 10 titik dari arah barat/Jakarta menuju timur/Semarang untuk pemudik. Ditambah 10 titik dari arah timur ke barat untuk arus balik. Meskipun sudah ada rambu-rambu permanen, namun untuk membantu pemudik, kami tetap memasang rambu-rambu portabel ini,” katanya kemarin.
Dijelaskan Henri, jalur alternatif dari arah Jakarta saat masuk Kota Pekalongan bisa melalui Stasiun Pekalongan Jalan Gajahmada ke kiri menuju Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Bahagia-Jalan Kemakmuran-Jalan Manggis-Jalan Salak-Jalan Bandung-Jalan melati-Jalan Seruni-Jalan Ki Mangunsarkoro-Jalan Patimura arah terminal Kota Pekalongan dan kembali masuk pantura.
“Atau bisa masuk melalu Jalan Pemuda-Jalan Imam Bonjol-Simpanglima Kadipolo ke kanan dan masuk ke Jalan Salak, seterusnya seperti jalur tadi. Secara keseluruhan semua jalur utama atau alternatif siap,” tambahnya.
Sementara dari arah timur atau Semarang, pemudik bisa masuk ke selatan di jalan sebelah gedung PPIP. Dari sana pemudik akan lewat hingga ke Warung Asem, tembus hingga ke persimpangan Gapuro. Kemudian pemudik bisa menempuh jalur ke Watussalam-Simbang Wetan, hingga tembus Binagriya.
Dari data Dishubparbud, ada sejumlah titik macet yang ada di jalur Pantura Pekalongan diantaranya di Jalan Gajahmada, Jalan Dr Cipto, dan Jalan KH Mas Mansyur. Kemacetan di Jalan Gajah Mada terjadi karena arus yang padat, sementara di Jalan Dr Cipto terdapat persimpangan dan mall. Sedangkan di Jalan KH Mas Mansyur, ada perlintasan kereta api.
“Lalu lintas sejumlah titik itu sangat padat pada hari biasapun, apalagi ditambah mudik dan lebaran. Jadi banyak warga yang menyeberang misalnya, untuk perayaan lebaran,” tandasnya.(nul)
(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 29-06-2016)
PRINT +
DOWNLOAD PDF