Daya Tampung Sejumlah Sekolah Swasta Tidak Terpenuhi, PPDB SMP MTs

KOTA PEKALONGAN – Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online SMP/MTs Tahun Pelajaran 2017/2018 di Kota Pekalongan telah resmi ditutup pada Rabu (5/7). Hingga batas waktu penutupan, berdasar jurnal pada http://ppdb.dindik.pekalongankota.org hingga Rabu (5/7) pukul 15.00 WIB, terpantau daya tampung sejumlah sekolah swasta di Kota Pekalongan tidak terpenuhi, atau kuotanya tidak terisi.

 

Dari 16 sekolah swasta peserta PPDB online, sebanyak 13 sekolah belum terpenuhi daya tampungnya. Bahkan, kekurangan daya tampung juga dialami satu SMP Negeri, yakni SMPN 9 Pekalongan. Sekolah ini menyediakan kuota 160 siswa, tetapi pendaftarnya hanya 146 siswa. Artinya, sekolah ini masih kekurangan 13 siswa.

 

Sedangkan SMP/MTs swasta peserta PPDB online 2017 yang masih kekurangabn siswa, antara lain SMP Al Irsyad Al Islamiyyah, dari daya tampung 64 siswa, jumlah pendaftarnya hanya 24 siswa, artinya masih kekurangan 40 siswa.

 

Kemudian SMP Islam, dari daya tampung/kuota 224 baru terisi 167 siswa (kurang 57 siswa); SMP Islam YPI Buaran, kuota 32 siswa terisi 27 siswa (kurang 5); SMP Masehi, kuota 32 siswa terisi 13 siswa (kurang 19); SMP Muhammadiyah, kuota 96 siswa terisi 55 siswa (kurang 41).

 

Berikutnya, SMP Pius, kuota 160 terisi 65 (kurang 95 siswa); SMP Satyawiguna, kuota 64 terisi 19 (kurang 45 siswa); SMP Wahid Hasyim, kuota 128 terisi 73 (kurang 55 siswa). Sedangkan Mts Muhammadiyah, dari kuota 108 siswa, hanya terisi 24 siswa (kurang 84 siswa).

 

Sementara, ada tiga sekolah swasta peserta PPDB online yang kuota atau daya tampungnya telah terpenuhi. Ketiga sekolah ini, yakni SMP Salafiyah (daya tampung 224 siswa); Mts Ribatul Muta'allimin (daya tampung 55 siswa), serta Mts Salafiyah Jenggot (daya tampung 34 siswa).

 

Disamping sekolah-sekolah tersebut, sekolah swasta lainnya yang daya tampung siswanya telah terpenuhi sejak sebelum PPDB online dimulai sehingga tidak mengikuti PPDB online, antara lain Mts In banyurip dan SMPIT Assalam.

 

Daya Tampung Lebih Tinggi Dari Jumlah Lulusan

 

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, yang juga Ketua Panitia PPDB SMP/MTs 2017, Triyono, menerangkan fenomena kekurangan daya tampung beberapa SMP/MTs swasta di kota batik ini sama dengan yang terjadi pada tahun lalu. “Tahun lalu juga sama, beberapa sekolah swasta daya tampungnya tidak terpenuhi,” ungkapnya, Rabu (5/7).

 

Beberapa sebab sekolah-sekolah swasta ini kekurangan siswa, selain karena lulusan SD/MI cenderung menjatuhkan pilihan pertamanya ke sekolah-sekolah negeri. Selain itu, karena jumlah lulusan SD/MI di Kota Pekalongan tahun 2017 tidak sebanding dengan daya tampung yang tersedia.

 

“Total lulusan SD/MI tahun ini ada 5.103 siswa. Sementara total daya tampung SMP/MTs Negeri dan Swasta mencapai 5.696 siswa. Jadi memang, ada beberapa sekolah yang daya tampungnya tidak terpenuhi. Jumlah pendaftarnya tidak akan bisa memenuhi semua kuota yang disediakan,” tuturnya.

 

Triyono menyampaikan, sekolah-sekolah peserta PPDB online yang masih belum tercukupi daya tampungnya, dipersilakan untuk membuka seleksi PPDB secara offline setelah hasil seleksi calon peserta didik baru melalui jalur online diumumkan. “Pengumuman hasil seleksi PPDB online akan dilaksanakan pada 7 Juli mendatang, pada pukul 10.00 WIB di website PPDB maupun papan pengumuman sekolah,” terangnya.

 

Harus Tetap Sekolah-sekolah

 

Pihaknya mengimbau, kepada orang tua atau wali murid yang anaknya belum tertampung di sekolah-sekolah pilihan melalui PPDB online, untuk mendaftarkan anaknya di sekolah-sekolah lain yang kuotanya belum terpenuhi. “yang belum dapat sekolah, silakan mendaftar di sekolah lain yang masih ada daya tampungnya. Pada prinsipnya, yang utama adalah anak harus sekolah, harus melanjutkan pendidikannya,” tandasnya. (way)

 

 

 

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 06-07-2017)