Cara Penanganan Kemacetan Disimulasikan

KOTA – Ratusan anggota Polres Pekalongan Kota mengikuti Latihan Pra Operasi (Latpraops) Ramadniya Candi 2016 dalam rangka pengamanan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1437 H.

 

Beda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada kegiatan yang dipimpin Kapolres AKBP Enriko Sugiharto Silalahi dan diselenggarakan di Eks Pendopo Kabupaten Pekalongan di kawasan Alun-Alun, Kota Pekalongan, ini disimulasikan pula cara bertindak para personel apabila terjadi kemacetan di jalur utama pantura Kota Pekalongan pada saat arus mudik maupun arus balik mendatang.

 

Simulasi tersebut berupa gladi peta, melalui cara yang dinamakan ‘Tactical Floor Game’. Menurut Kapolres melalui Kasatlantas AKP M Alan Haikel, dengan simulasi Tactical Floor Game ini, akan meningkatkan pemahaman para personel di lapangan tentang langkah-langkah apa yang mesti diambil apabila terjadi permalasalahan seperti terjadi kemacetan.

 

Simulasi ini menggunakan selembar peta, dilengkapi dengan miniatur mobil, kereta api, hingga miniatur personel kepolisian. “Melalui cara seperti ini kita rasa akan lebih efektif, sebab anggota di lapangan langsung memperagakan cara bertindak ataupun rekayasa arus lalin apabila terjadi kekroditan arus lalin,” ungkap Kasatlantas.

 

Sejumlah personel yang akan bertugas di Pos-pos Pengamanan, Pos Pelayanan, maupun Pos Terpadu, diberikan tugas untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Dicontohkan, apabila ada kemacetan di jalur pantura akibat ada kereta api yang melintas di perlintasan Jalan KHM Mansyur, maka petugas langsung mensimulasikan cara bertindak untuk mengurai kemacetan tersebut.

 

Tadi diperagakan cara bertindaknya, misalnya mengalihkan arus dari arah barat di kawasan THR menuju ke arah Jalan Hayamwuruk ataupun jalur alternatif lainnya,” kata Alan Haikel.

 

Demikian pula ketika terjadi antrean kendaraan di daerah IBC& Craft, Wiradesa, dan imbasnya sampai ke Jalan Gajahmada Barat, Sepacar, Tirto. Maka petugas yang berjaga di Pos Sepacar langsung bergerak melakukan rekayasa arus lalin.

 

Dalam simulasi ini, petugas dari masing-masing pos kita panggil ke depan, dan kita kasih tugas untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lapangan. Itu langsung diaplikasikan di atas peta. Dengan cara seperti ini, bisa diketahui secara rinci bagaimana cara rekayasa arus lalin dan cara bertindak lainnya yang harus diambil,” terangnya.

 

Alan Haikel menambahkan, selama Operasi Ramadaniya (istilah baru pengganti Operasi Ketupat) nanti, Polres Pekalongan Kota menyiapkan lima pos. Terdiri dari tiga Pos Pengamanan, satu Pos Pelayanan dan satu Pos Terpadu. Disamping ada 25 pos-pos tenda di lokasi-lokasi rawan kemacetan maupun rawan lakalantas.

 

Tiga Pos Pengamanan ini yakni di Pos Sepacar, Terminal, dan Ramayana. Sedangkan Pos Pelayanan kita dirikan di Matahari. Sementara Pos Terpadu didirikan di THR,” ujarnya. Telah dipetakan pula sejumlah lokasi rawan macet maupun rawan lakalantas. Rawan macet terutama ada di perlintasan Ka Jalan KH Mansyur dan di ruas Jalan Setiabudi. Sedangkan ruas jalan yang dipetakan sebagai rawan laka atau blankspot adalah di sepanjang Jalan Gajah Mada.

 

Selain penyiapan pos-pos pengamanan, pos pelayanan, pos terpadu maupun pos gatur, kita juga siapkan tim urai yang berkekuatan 18 personel. Mereka menggunakan sembilan sepeda motor, masing-masing diawaki dua personel terdiri dari satu anggota Satlantas dan satu anggota Sabhara. Mereka akan bergantian mengurai arus lalu lintas apabila terjadi kemacetan,” imbuh dia.

 

Sementara, Kapolres AKBP Enriko Sugiharto Silalahi menyebutkan ada 380 personel yang akan dilibatkan selama Operasi Ramadniya Candi 2016. “Operasi Ramadniya ini akan berlangsung mulai 30 Juni sampai 14 Juli mendatang,” terangnya. (way)

 

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 28-06-2016)