11 Jabatan Eselon II Masih Kosong, Akan Dilakukan Lelang

563 Pejabat Dilantik

 

 

 

Walikota Pekalongan HA Alf Arslan Djunaid melantik dan pengukuhan massal terhadap 570 pejabat struktural, dan pengawas di lingkungan Pemkot Pekalongan, Jumat (30/12) malam di Gedung Pusat Inovasi Budaya Batik (PIBB).

 

Tak banyak kejutan yang muncul dalam pelantikan yang dilaksanakan dalam rangka perubahan Organisasi Perangkat Daerah itu. Terutama bagi pejabat-pejabat eselon II atau setingkat kepala dinas. Sebagian besar pejabat, masih tetap duduk di kursi jabatan yang sebelumnya sudah diemban dengan hanya perubahan nomenklatur SKPD yang dibawahinya.

 

Sebut saja nama-nama Wahyudi Pontjo Nugroho, yang menempati Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Sri Budi Santoso yang tetap duduk sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Doyo Budi Wibowo tetap sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Marsudi Ismanto yang membawahi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Muhammad Feizal tetap sebagai Sekretaris DPRD.

 

Sosok Agust Marhaendayana tetap memegang kendali Dinas Pendidikan, Supriono tetap sebagai Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM serta beberapa dinas lain yang hanya berubah nama, namun tetap dikepalai pejabat yang sebelumnya mengampu dinas dengan tupoksi yang hampir sama.

 

Total, ada 19 pejabat eselon II yang ditempatkan di 19 jabatan termasuk dua staf ahli. Sehingga usai pelantikan masih tersisa 11 jabatan eselon II atau setingkat kepala dinas yang masih kosong. Untuk mengisinya, dalam waktu dekat Pemkot akan menggelar lelang jabatan untuk 11 jabatan tersebut. Saat ini, sudah dipilih sosok yang akan masuk dalam anggota panitia seleksi. “Secepatnya akan digelar lelang bagi jabatan eselon II,” ungkap Kepala BKD, Gunindyo. Usai pelantikan.

 

Ia menyatakan, pejabat-pejabat yang dilantik khususnya pejabat eselon II, sebagian besar masih menampati jabatan yang sama. Hal itu dikatakan Gunindyo karena pelantikan kali ini memang untuk mengejar kewajiban mengisi OPD baru yang ditargetkan mulai dilaksanakan pada awal Januari. “Setelah ini akan langsung ada proses pembentukan pansel untuk lelang jabatan guna mengisi jabatan yang masih kosong. Kami juga akan berkonsultasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara. Beberapa hal yang perlu dikomunikasikan seperti pembentukan tim, syarat dan beberapa hal lain,” tambahnya.

 

Gunindyo mengatakan, untuk sementara demi menjalankan roda organisasi posisi jabatan eleson II dan 11 SKPD yang masih kosong akan kembali di Plt-kan. “Targetnya secepatnya saja akan langsung kami isi. Setelah ini akan dilakukan pemetaan, dan pembentukan pansel dan proses segera dilakukan setelah kami konsultasikan terlebih dahulu dengan KSN,” ucapnya.

 

Senada disampaikan Walikota Pekalongan. Alex-sapaan akrabnya memberikan sinyal bahwa dirinya akan kembali melakukan pelantikan pejabat pada Januari ini. “Ini dalam rangka penyusunan OPD yang baru, dimana harus dilaksanakan sebelum tahun 2017. Saat ini juga masih dilakukan pengumpulan pejabat eselon II guna mengisi jabatan yang kosong. Akan ada pansel untuk transparansi. Insyaallah Januari juga gerbong mutasi mulai dari eselon II hingga Kabid Kabag akan kami isi,” kata Walikota.

 

Alex menyatakan, dalam OPD baru banyak dinas yang dipisah, digabung atau justru berdiri sendiri. Untuk itu, dalam mengisi pejabat dalam OPD tersebut memang diperlukan kecermatan. Alex mengatakan, dalam pemilihan dan penempatan pejabat di OPD baru akan dilihat dari berbagai sisi mulai dari curiculum vitae, jenjang karir, eselon dan golongan hingga latar belakang pendidikannya. “Pelantikan berikutnya akan mengisi pejabat eselon II, juga guru yang diberi tugas tambahan. Momen pelantikannya akan digabung nanti,” ucapnya.

 

Perombakan Besar Eselon III

 

Berbeda dengan jabatan-jabatan eselon II yang hampir seluruhnya tetap, perubahan besar justru terpantau terjadi di tingkat pejabat eselon III. Adanya perubahan OPD dan kenaikan tipelogi beberapa SKPD, membuat posisi sejumlah pejabat bergeser. Paling banyak terjadi, pejabat yang sebelumnya menempati kursi kepala kantor, ditempatkan menjadi sekretaris di tempat yang sama, karena kenaikan eselon di SKPD tersebut atau di SKPD yang lain. Kemudian, juga terjadi beberapa pergeseran karena munculnya bagian baru di lingkungan Sekretariat Daerah.

 

Beberapa kepala setingkat eselon III yang ditempatkan sebagai sekretaris diantaranya Yos Rosyidi yang sebelumnya sebagai Kepala Kantor Satpol PP ditempatkan sebagai Sekretaris Satpol PP yang tipeloginya naik menjadi eselon II. Juga Maryati yang sebelumnya menempati Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah ditempatkan sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

 

Sementara sosok yang mengisi Kepala Bagian Humas dan Protokol, yang baru saja didirikan kembali, jatuh kepada Arif Karyadi yang sebelumnya menempati Kabid Peternakan pada DPPK. Pergeseran juga banyak terjadi di tingkat Kabid. Terjadi mutasi dan rotasi antar SKPD satu dengan yang lainnya demi mengisi posisi-posisi baru karena adanya perubahan OPD.

 

Atas pergeseran yang terjadi, Walikota menegaskan semuanya didasarkan pada profesionalitas. Karena sebelumnya banyak praduga muncul terkait adanya proses jual beli jabatan. Alex menegaskan, penempatan pejabat dilingkungan Pemkot Pekalongan bebas pungli. Bahkan Alex mempersilakan siapapun yang mempunyai data atau laporan tentang praktik demikian untuk segera melaporkan langsung kepadanya.

 

Kita tidak harapkan apapun dari saudara-saudara. Bapak dan ibu sekalian yang dapatkan amanah saya harapkan mulai Januari ini bisa bekerja secara lebih profesional untuk membantu Walikota dan Wakil Walikota menjalankan visi misi. Semuanya harus loyal kedepannya. Saya sangat percaya itu. Syukuri dan nikmati, serta jalankan sebaik-baiknya jabatan yang saat ini dipercayakan,” pesan Walikota.

 

Ia juga menegaskan, dalam melakukan rotasi tidak pernah menurunkan jabatan tau golongan. Justru, Walikota mengaku menaikkan jabatan sejumlah PNS. “Saya tidak pernah menurunkan jabatn maupun golongan. Justru banyak yang naik di antaranya 37 staf saya angkat menjadi kasi. Ini kan luar biasa. Saya memang bisa menaikkan tapi tidak pernah menurunkan jabatan,” tandasnya. (nul)

 

 

 

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 02- 01- 2017)