Pekalongan - Tanggul Penangkal rob yang dibiayai dari dana APBD Provinsi Jawa Tengah senilai Rp. 10 milyar, sudah selesai dibangun sesuai target ukuran tanggul yang direncanakan. Namun diperlukan beberapa perbaikan atau setting ulang dibeberapa bagiannya, karena adanya pergerakan beton akibat dilewati kendaraan berat untuk mengangkut material.

 

Kepala Bidang Sumber Daya Air pada DPUPR Kota Pekalongan, Slamet Miftahudin menjelaskan, sebenarnya pembangunan tanggul sudah selesai sesuai ukuran yang direncanakan yakni panjang 981 meter. “Pembangunannya sebenarnya sudah selesai, tapi harus dirapikan lagi dibeberapa bagian, istilahnya disetting ulang saja” jelas Miftahudin yang mendampingi Walikota Pekalongan saat meninjau proses pembangunan tanggul yang berada di wilayah Kelurahan Bandengan, Rabu (7/3).

 

Miftah menambahkan, bahwa kondisi itu terjadi karena selama pembangunan tanggul, wilayah tersebut juga sebagai akses jalur angkutan berat pembawa material dan alat-alat berat. Sehingga terjadi pergerakan struktur tanah yang masih labil mengakibatkan beton-beton penyangga tanggul bergeser. “Tinggal dirapikan ulang saja, dalam beberapa minggu kedepan sudah bisa selai pekerjaannya” tambahnya.

 

Pembangunan tanggul tersebut menurut Miftah, memang hanya berupa tanggul dari urugan tanah yang disangga beton di kedua sisinya, tanpa pengerasan di bagian permukaan tanggul. “Karena anggaran yang disiapkan tidak termasuk itu (pengerasan). Mungkin kedepannya akan kembali dianggarkan untuk pengerasan”. Katanya.

 

Mengenai fungsi tanggul, Miftah menjelaskan bahwa pembangunan tanggul yang berada di wilayah Kelurahan Bandengan akan disinkronkan dengan tanggul yang akan dibangun BBWS dengan anggaran dari APBN.” Tanggul milik BBWS sudah di groundbreaking, sehingga bisa segera dimulai. Nantinya kedua tanggul ini akan tersambung. Harapannya kawasan langganan rob seperti Wilayah Kelurahan Bandengan, Kandang panjang, Panjang Baru dan Panjang Wetan bisa terbebas dari rob”. Kata Miftah.

 

Sementara Walikota Pekalongan, HM. Saelany machfudz menyatakan optimis bahwa tanggul akan bisa selesai seluruhnya dalam waktu du pekan mendatang. Walikota optimis akan selesai dua minggu lagi. “Sebelum saya lihat langsung saya sudah cukup prihatin. Banyak media sosial memberitakan gambar-gambar foto yang beredar kalau tanggul miring dan sebagainya. Tapi ternyata setelah saya cek masih dalam perbaikan. Mudah-mudahan bisa secepatnya terselesaikan selambat-lambatnya dalam dua pekan ini”. Pungkasnya. (Dinkominfo Kota Pekalongan)