KOTA PEKALONGAN – Kawasan wisata mangrove di Kelurahan Kandang Panjang, akan disulap menjadi komplek kuliner. Rencana itu dilontarkan Walikota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz setelah sebelumnya sempat meninjau lokasi wisata tersebut. Walikota menilai, kawasan wisata itu masih sepi, bahkan untuk sekedar mencari makan maupun minum juga sulit. “ini masih sepi bahkan untuk cari minum saja susah. Padahal potensinya sangat tinggi. Nanti ini akan cari investor untuk membuka kuliner disana. Kalau tidak ada investor yang masuk, Pemkot yang harus mengambil ali. Pemkot akan bergerak melalui Diparbudpora untuk mengembangkan disana,” kata Saelany, belum lama ini.

 

Walikota memiliki gambaran, wisata mangrove dapat dibuat menjadi seperti kampung apung di Semarang yang juga membuka berbagai kuliner. Jika nanti dikelola oleh Pemkot Pekalongan, maka pengelolaan akan diserahkan kepada ibu-ibu PKK untuk mengembangkan kawasan wisata kuliner di lokasi tersebut. “karena kalau dilihat sangat prospektif sekali. Nanti ibu-ibu PKK bisa mencari chef atau yang ahli memasak, sehingga bisa benar-benar membuka komplek kuliner yang bagus. Kalau dikelola oleh ibu-ibu PKK, setidaknya dari dinas dan OPD bisa kesana jika ada kegiatan atau sekedar makan siang,” tambahnya.

 

Ia menegaskan, rencana tersebut bukan lagi menjadi wacana, namun harus direalisasikan. Saelany memastikan tahun ini mulai akan ada kegiatan pembangunan di wisata mangrove. “ini akan mulai kta seriusi mulai tahun 2018. Tahun ini sudah dipastikan ada pembangunan, nanti kekurangan bisa dilanjutkan di tahun 2019,” jelasnya.

 

Pengembangan wisata mangrove, menurut Ketum Kopena itu, menjadi hal yang penting. Sebab mangrove merupakan salah satu potensi kekayaan alam di Kota Pekalongan. “Kota Pekalongan hanya memiliki dua kekayaan alam yaitu laut dan mangrove. Sehingga harus dikembangkan secara seirus, sehingga bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat,” kata Walikota.

 

Sebelum meninjau kawasan mangrove, Walikota juga sempat meninjau kawasan wisata Pantaisari. Walikota menilai, warga di sekitar kawasan tersebut memiliki inisiatif yang baik dengan membuka berbagai macam kuliner. Tinggal bagaimana dinas terkait yakni Dinparbudpora bisa melakukan penataan agar lebih tertib. (nul)

 

 

 

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 27-01-2018)