KOTA PEKALONGAN – Realisasi investasi di Kota Pekalongan sepanjang tahun 2017 lalu, sukses melampaui target yang dicanangkan dalam RPJMD. Dari Januari hingga November 2017, nilai investasi yang masuk mencapai Rp 227 miliar atau sukses melampaui target investasi tahun 2017 yakni sebesar Rp 62 miliar.

 

Sampai akhir November, alhamdulillah realisasi investasi di Kota Pekalongan melebihi target yang ditetapkan dalam RPJMD. Dalam RPJMD ditargetkan sebesar Rp 62 miliar tapi realisasinya sampai November 2017 mencapai Rp 227 miliar. Kami bersyukur Kota Pekalongan masih tetap konsisten dalam pengembangan dan menarik investasi,” ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Supriono.

 

Dari catatan DPMPTSP, realisasi tertinggi di Kota Pekalongan masih ditempati oleh hotel, kemudian investasi di bidang perdagangan dan jasa. Hal itu menurutnya sesuai dengan tujuan pengembangan Kota Pekalongan yakni di bidang perdagangan dan jasa. “Yang paling besar di Hotel. Tahun 2017, Hotel Arte mulai pembangunan dan investasinya sudah kami terima,” katanya.

 

Capaian nilai investasi yang masuk di Kota Pekalongan tahun 2017, dikatakan Supriono, memang menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2016, realisasi investasi mencapai angka Rp 422 miliar. Menurutnya, wajar jika realisasi inestasi semakin menurun wilayah pengembangan yang juga semakin berkurang.

 

Namun Supriono menyatakan, sudah ada sejumlah konfirmasi terhadap rencana investasi yang akan masuk di tahun 2018. Salah satunya rencana pendirian Superindo. “Investasi di 2018 beberapa sudah ada yang konfirmasi ke kami dan ini juga sudah mulai berproses. Kondisi ini tentunya harus dijaga bersama, supaya investasi yang masuk dapat berpengaruh besar bagi perekonomian masyarakat,” harapnya. (nul)

 

 

 

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 03-01-2018)