KOTA PEKALONGAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Pekalongan menargetkan sampai akhir tahun 2018 mendatang, seluruh anak di Kota Pekalongan dari usia 0 sampai 17 tahun kurang sehari, memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Kepala Dindukcapil Kota Pekalongan Kustiati Sri Mulyani menyampaikan, sampai Desember ini, KIA yang sudah tercetak baru 3.543 lembar. Ribuan kartu ini dari hasil sosialisasi dan pendataan yang dilakukan selama dua bulan terakhir melalui sekolah-sekolah.

 

Sebanyak 3.543 lembar KIA sudah tercetak dan sebagian besar sudah kita droping ke sekolah masing-masing untuk diserahkan ke anak yang bersangkutan. Pencetakan kita lakukan secara bertahap. Kemarin baru untuk SD kelas 4,5 dan 6. Setelah itu bertahap untuk jenjang lainnya,” kata Kustiati.

 

Kustiati mengungkapkan bahwa sosialisasi KIA sementara ini memang dilakukan melalui lembaga Paud, TK, SD dan jenjang sekolah di atasnya. “kita lakukan secara bertahap, melalui sekolah, sehingga orang tua tidak perlu datang ke kantor Dindukcapil,” ungkapnya. Disampaikan bahwa berdasar data hingga semester I tahun 2017, jumlah anak sampai usia 17 tahun kurang satu hari di kota Pekalongan mencapai sekitar 86 ribu jiwa. “Tentunya data ini akan berkembang terus,” ujarnya.

 

Ditargetkan, pada akhir 2018 mendatang cakupan anak yang memiliki KIA mencapai 100 persen. Sedangkan anggaran penerbitan KIA ini sudah dianggarkan melalui APBD Kota Pekalongan. “pengadaan blangkonya dibiayai oleh APBD,” imbuhnya. “untuk KIA bagi anak hingga usia 5 tahun tidak disertai foto, sedangkan untuk usia 5 tahun sampai 17 kurang sehari ada fotonya,” sambungnya.

 

Sebelumnya, Kota Pekalongan merupakan satu dari 50 kabupaten kota percontohan di Indonesia yang ditunjuk pemerintah pusat untuk mulai menerbitkan KIA di tahun 2017. Kemudian, tahun 2019 mendatang, targetnya seluruh kabupaten/kota di Indonesia sudah menerbitkan KIA. (way)

 

 

 

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 19-12-2017)