KOTA PEKALONGAN – Dapur umum tahap kedua yang didirikan Dinsos P2KB bersama BPBD, ditutup mulai Senin (18/12) malam. Beroperasi sejak 12 Desember 2017, total dapur umum sudah mendistribusikan sekitar 20 ribu bungkus makanan siap saji bagi warga Kota Pekalongan yang berada di wilayah terdampak rob.

 

Setiap harinya, dapur umum membuat 3.500 bungkus makanan yang dibagi dalam tiga waktu yakni pagi, siang dan malam hari. Makanan siap saji didistribusikan di enam kelurahan terdampak rob yakni Padukuhan Kraton, Pasirkratobnkramat, Bandengan, kandang panjang, Panjang Wetan dan Panjang Baru. Masing-masing mendapatkan alokasi makanan siap saji sebanyak 200 hingga 250 bungkus.

 

Ini hari terakhir dapur umum melakukan distribusi makanan siap saji. Untuk tahap kedua ini, kami sudah mulai sejak 12 Desember. Setiap hari kami membuat 3.500 bungkus makanan untuk tiga waktu yakni pagi, siang dan malam hari,” jelas Kabid rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Amri Chusniyati, Senin (18/12).

 

Selanjutnya, sambung Mbak Neneng-sapaan akrabnya, untuk pembukaan dapur umum lagi, pihaknya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pimpinan. “Kami menunggu apakah nanti diperlukan lagi atau tidak. Mudah-mudahan harapan kami sudah tidak terjadi lagi bencana, sehingga masyarakat sudah dapat kembali beraktivitas seperti biasa,”

 

Setiap hari, kata Neneng, dapur umum memasak sekitar empat hingga lima kwintal beras. Untuk lauk pendamping, pihaknya berusaha membuat variasi sesuai dengan standar pemenuhan gizi. Seluruh makanan, dimasak langsung oleh relawan dari BPBD, Tagana dan Karang Taruna baik dari Kota Pekalongan maupun luar Kota Pekalongan.

 

Kami juga dibantu relawan dari luar kota seperti dari Batang, Pemalang, Kabupaten Pekalongan, bahkan hingga Tegal dan Brebes. Mereka datang tanpa diminta baik dari BPBD, relawan atau Tagana. Jadi ketika mendengar ada pendirian dapur umum, mereka dengan sukarela hadir dan membantu,” Neneng.

 

Untuk koki dapur umum Kota Pekalongan, dikatakan Neneng ditangani langsung oleh beberapa relawan berpengalaman. Mereka memasak langusng semua menu yang akan disajikan. “Dari Kota Pekalongan ada Pak hengky dari relawan, kemudian Ma'ruf dari Karang Taruna, dan Pardianto,” tuturnya.

 

Urip Santoso, relawan Tagana dari Brebes menuturkan, kehadiran relawan Tagana ke dapur umum di lokasi-lokasi bencana sudah menjadi salah satu kegiatan rutin. Sebelum di Kota Pekalongan, ia bersama rekannya yang lain yakni Samsudin Qomar dan Kirno baru saja membantu dapur umum di Wonogiri. “Kami bergerak satu komando. Biasanya ketika ada info dapur umum kami langsung bergerak. Para relawan ini bergerak karena hati nurani, dan ingin membantu masyarakat yang tengah dilanda musibah,” katanya.

 

Mengenai pengalamannya memasak, ia mengaku memasak sesuai dengan selera di wilayah yang menjadi lokasi dapur umum. “Kami sesuaikan dengan selera masyarakat sekitar. Misalnya untuk Kota Pekalongan ini sama dengan Tegal dan Brebes. Pedas asin dan manisnya seimbang. Berbeda dari wilayah Solo dan sekitarnya,” jelas Urip. (nul)

 

 

 

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 19-12-2017)