Pemkot Kota Pekalongan bertekad merangkul lembaga pendidikan non formal untuk memajukkan pendidikan di Kota Pekalongan. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Soeroso SPd, Sabtu (25/11). “Pendidikan itu ada 3. Masing-masing pendidikan formal in formal dan non formal. Nah pendidikan non formal inilah yang banyak terdapat di lingkungan masyarakat untuk memberikan ketrampilan,” ungkap Soeroso.

 

Melihat realita yang ada, pihaknya merasa harus merangkul ke 3 aspek pendidikan di lingkaran Pemerintah Kota Pekalongan untuk bersama-sama membangun pendidikan lebih baik. “Kita harus berjalan beriringan, meskipun pendidikan non formal. Namun mereka punya orang tua profesional yang membina, dan mereka tidak kalah prestasinya dengan pendidikan formal. Oleh karena itu, kami akan memberikan ruang kepada mereka untuk menunjukkan diri, dan serta eksistensi bahwa mereka ikut sumbangsih memajukan Kota Pekalongan.”

 

Karena pada hakekatnya semua memahami bersama, bahwa tidak semua anak berkesempatan mengenyam pendidikan formal. Namun bukan berarti mereka tidak berkesempatan menjadi SDM lebih baik. “Banyak kasus ya. Usia anak yang harusnya masih sekolah formal, tapi selesai sekolah dan hendak bekerja namun belum memiliki ketrampilan, dan memilih untuk mengikuti kursus ketrampilan tertentu,”

 

Soeroso berharap, Pemkot Pekalongan bersama lembaga pendidikan non formal bisa berjalan bersama memajukkan Kota Pekalongan. Karena Pemerintah tak mampu sendiri untuk membangunnya. (mal)

 

 

 

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 28-11-2017)