KOTA PEKALONGAN – Sabuk pantai atau tanggul penagan ombak dengan sistem sandbag di Kelurahan Bandengan, Pekalongan Utara yang sebelumnya jebol, saat ini sudah selesai diperbaiki. Kepala Bidang Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pekalongan Slamet Miftahudin menuturkan, perbaikan dengan cara ditambal menggunakan karung khusus berisi pasir (sandbag) sebagaimana yang telah terpasang sebelumnya. “Dilokasi yang berlubang di daerah Bandengan sudah kita pasang 160 sandbag. Tiap karung panjangnya sekitar 2,4 meter, kita susun hingga beberapa lapis. Disitu memang yang tingkat kerusakannya yang paling parah, ditambah arusnya paling besar dan cukup dalam,” kata Miftahudin, Senin (27/11).

 

Dia menuturkan bahwa sebenarnya proses penambalan cukup singkat, tetapi yang cukup lama adalah menunggu material karungnya. Adapun anggaran perbaikan kerusakan sabuk pantai di Bandengan dan tambak sulami beberapa titik lainnya itu mencapai kurang lebih Rp 150 juta dari APBD Perubahan Kota Pekalongan tahun 2017. hanya saja menurut Miftahudin, memang masih ada satu titik tanggul yang lubangnya belum ditutup karena masih digunakan untuk hilir mudik eskavator. “Kita tutup semua setelah eskavatornya keluar,” katanya.

 

Dia menambahkan, DPUPR juga sudah mengusulkan pada APBD 2018 untuk melakukan peninggian-peninggian sejumlah titik tanggul yang di sebelah timur. “Untuk keperluan tersebut sudah dianggarkan Rp 200 juta,” imbuh dia. Sebelumnya diberitakan, sabuk pantai atau revitment sebagai penahan ombak di pesisir Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan sudah sejak beberapa bulan lalu jebol.

 

Jebolnya tanggul yang terbuat dari geotube dan sandbag berupa tumpukan karung berisi pasir itu mencapai hampir sepanjang 10 meter. Kondisi ini semakin memperparah genangan rob yang melanda permukiman sekitar. (way)

 

 

 

(SUMBER : RADAR PEKALONGAN, 28-11-2017)